Nevi Zuairina Diwawancara dengan Mahasiswa American University Washington DC
Istri Bapak Irwan Prayitno yang menjadi Gubernur Sumbar selama 10 tahun ini menerangkan tentang sulit tidaknya seorang perempuan berkiprah di ranah politik bahwa semua perempuan di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang yang sama, baik di tingkat daerah maupun nasional. Namun, khususnya untuk perempuan minang, sebelum meningkatkan kapasitas diri dalam ruang politik dan publik, harus memahami terlebih dahulu diri nya sebagai "bundo kanduang" dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya.
Seperti sosok perempuan yang punya sifat dan kepribadian yang (1) memahami adat dan sopan santun,(2) mengutamakan budi pekerti, (3) memelihara harga diri, (4) mengerti agama, (5) memahami aturan agama, (6) memelihara dirinya dan masyarakatnya dari dosa. Setelah itu, baru kita perhatikan bagaimana melibatkan perempuan minang dalam proses pewarisan kepemimpinan.
Namun demikian, Nevi mengatakan, pandangan tentang feminisme dari perspektif barat terutama di Sumbar. "Feminisme dalam perspektif tidak cocok diterapkan sepenuhnya dalam kehidupan kita di Indonesia yang cenderung ketimuran. Secara umum saya tidak ada masalah dengan nilai-nilai, namun ada beberapa hal prinsip yang harus dipertahankan, terutama terkait kewajiban perempuan yang sudah di atur oleh agama. Kalau masalah keterlibatan perempuan dalam ruang publik, saya mendukung dan sekarang sedang memperjuangkannya. Namun, perlu diingat bahwa perempuan juga punya peranan di rumah tangga, dan ditengah masyarakatnya," urai Nevi.
Baca juga: Car Free Day dan Bazar UMKM Meriahkan Dharmasraya pada 18--19 April
Menutup pembicaraan, Bu Nevi yang selalu memperjuangkan kaum perempuan, pelaku UMKM, peningkatan kualitas pendidikan dan Pertanian ini menyampaikan pandangan tentang tidak berpengaruhnya pemahaman feminisme dengan profesi sebagai anggota DPR RI.
"Feminisme juga berkaitan dengan pemberian ruang aktualisasi bagi perempuan di tengah masyarakat. Saat ini saya sebagai perempuan minang diberi kesempatan menjadi anggota dewan. Di minangkabau juga banyak anggota dewan perempuan. Jadi perempuan cukup mendapat tempat di sumatera barat," kata Nevi Zuairina. (*/Mel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Sekdaprov Sumbar : Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif
- Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Massal Rendah Emisi dan Pemanfaatan Energi Hijau
- Lomba Penulisan Jurnalistik Bank Nagari Diundur hingga 25 April 2026
- 108 ASN Pemprov Sumbar Bersiap ke Tanah Suci, Sekdaprov Ingatkan Jaga Marwah Daerah
- Wako Fadly Amran Ajak Keluarga Solok Saiyo Sukseskan Progul Smart Surau






