Jelang Idulfitri, Dinkes dan BPOM Awasi Produk Pangan di Pasar Pusat Padang Panjang

PADANG PANJANG, binews.id - Menjelang Idulfitri 1443 H, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat, lakukan pengawasan produk pangan yang ada di Pasar Pusat Padang Panjang, sejak Rabu (20/4) kemarin.
Sub Koordinator Sumberdaya Kesehatan dan Peningkatan Mutu Dinkes, Ns. Mery Febriyeni, S.Kep, M.Kes menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan.
"Dalam Permendagri itu dinyatakan, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya dalam obat dan makanan, perlu dilakukan peningkatan koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di daerah," sebutnya.
Dijelaskannya, mulai dari awal Ramadan hingga memasuki Idulfitri, daya beli dan konsumsi masyarakat terhadap produk makanan meningkat. Seiring juga dengan meningkatnya jenis produk pangan yang diedarkan distributor.
"Untuk itu, perlu adanya pengawasan terhadap produk pangan. Seperti pengawasan izin edar, pengawasan masa kedaluwarsa, pengawasan kualitas produk pangan, serta pengawasan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya," terangnya.
Dikatakannya, belajar dari tahun sebelumnya, di berbagai daerah masih banyak ditemui adanya parsel yang tidak menenuhi syarat. Baik dari segi keamanan, mutu dan label pangan, yang biasanya dijadikan sebagai celah bagi penjual yang "nakal" untuk menyisipkan produk pangan yang tidak menenuhi syarat. Serta masih adanya penggunaan BTP berbahaya pewarna merah pada takjil seperti Kanji Dalimo.
Sementara itu perwakilan BPOM Sumbar, Dra. Armawati Anwar, Apt menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan intensifikasi pengawasan terhadap kualitas produk pangan yang beredar. Target diutamakan pengawasan pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), peredaran produk yang sudah kedaluwarsa (Expired Date/ED) dan atau yang mendekati masa ED.
"Lalu pengawasan kemasan produk pangan yang sudah rusak, pengawasan pelabelan dan pengawasan proses penyimpanan produk pangan serta pengawasan penggunaan BTP berbahaya," tuturnya.
Baca juga: Didikan Subuh Terpadu, Pj Wako Sonny: Media Penting Didik Anak Mencintai Masjid
Kegiatan ini difokuskan pada sarana distribusi pangan di empat supermarket yang ada di Kota Padang Panjang dan Pasa Pabukoan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Wujudkan Pengelolaan Aset yang Transparan dan Akuntabel, BPKD Gelar Sosialisasi PPPPBMD
- Perumdam Air Minum Tirta Serambi Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2024
- Tiga Desainer Muda Padang Panjang Unjuk Prestasi di Kontes Batik Papa Fest 2024
- Promosikan UMKM, Pemko Undang Influencer Sumbar di Papa Fest 2024
- HJK 234 Bertabur Hadiah, Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama