11 Tahun Berdiri, Bank Sampah Sarunai Terus Bergerak dan Semakin Aktif

PADANG PANJANG, binews.id -- Berdiri sejak 2011, keberadaan Bank Sampah Sarunai sampai saat ini masih aktif lantaran dibutuhkan masyarakat. Bank sampah yang digagas Forum Kota Sehat ini berlokasi di Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT).
Tahun 2014, Kantor Lingkungan Hidup Padang Panjang sebagai salah satu pembina Forum Kota Sehat, membangunkan sarana prasarana bank sampah yang berlokasi di RT 4 kelurahan itu dan disepakati namanya menjadi Bank Sampah Sarunai. Sejak tahun 2016, ditetapkan sebagai Bank Sampah Induk Kota Padang Panjang.
Direktur Bank Sampah Sarunai, Hariyanto, A.Md mengaku, sejak adanya bank sampah ini masyarakat merasa terbantu dalam mengurus sampah yang ada di rumahnya.
Diceritakan Hariyanto, saat ini aktivitas di bank sampah itu sampai sekarang masih berjalan baik. Bahkan operasionalnya sudah memiliki jadwal tetap, yaitu setiap Sabtu pukul 08.00-14.00 WIB.
Baca juga: Cegah Dampak Bencana Geo-Hidrometeorologi, Pemerintah Daerah Diminta Jaga Stabilitas Harga
Operasional ini merupakan transaksi menabung dari nasabah. Ada yang diantar langsung ke bank sampah, dan ada yang dijemput dengan becak motor bank sampah.
"Kami melakukan penjemputan ke nasabah dalam bentuk kawasan yang nasabahnya lebih dari 10 orang. Jadi saat kami jemput, bisa dua atau tiga kali becak motor bolak-balik karena banyaknya tabungan sampah nasabah," katanya.
Kalau dirata-ratakan, sebutnya, hampir 85% sampah tabungan nasabah berupa sampah plastik. Sedangkan sampah kertas, kaleng atau besi tidak seberapa.
"Untuk sampah plastik, diolah menjadi an-aerob filter untuk IPAL komunal atas bimbingan dan arahan dari Posyantek Maruna Kecamatan PPT dan merupakan TTG yang sudah diterapkan di Padang Panjang untuk pengolahan air limbah di IPAL komunal. Sedangkan sampah kertas dan kaleng/besi dijual kepada bank sampah lain yang membuat kerajinan. Jika sudah tidak bisa diolah lagi, baru dijual kepada pengepul," terangnya.
Baca juga: ISI Padang Panjang Wisuda 301 Lulusan Sarjana Hingga Magister
Dikatakan, untuk cakupan wilayah bank sampah ini adalah wilayah Kota Padang Panjang tanpa kecuali.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Wujudkan Pengelolaan Aset yang Transparan dan Akuntabel, BPKD Gelar Sosialisasi PPPPBMD
- Perumdam Air Minum Tirta Serambi Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2024
- Tiga Desainer Muda Padang Panjang Unjuk Prestasi di Kontes Batik Papa Fest 2024
- Promosikan UMKM, Pemko Undang Influencer Sumbar di Papa Fest 2024
- HJK 234 Bertabur Hadiah, Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama