Pemkab Pesisir Selatan Berupaya Revitalisasi Istana Kerajaan Inderapura dan Usul ke Kemendikbud

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat melalui Bupati Yul Anwar mengupayakan revitalisasi Istana Kerajaan Inderapura dan Benteng Portugis di Pulau Cingkuak ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Revitalisasi dalam rangka menunjang media pembelajaran, terutama bagi siswa mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas, bahkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian soal kebudayaan.
"Mereka harus dipupuk dengan rasa cinta terhadap budaya dan sejarah. Bung Karno mengistilahkan dengan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," ungkap bupati saat silaturahmi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.
Dalam silaturahminya pada Hari Jumat (24/6) tersebut bupati turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin serta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Mardianto. Kedatangan bupati beserta rombongan disambut langsung Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan Fitra Arda.
Baca juga: Pemko Bukittinggi Sambut Rombongan Pertubuhan Kelab Pesara Kerajaan 1 Malaysia
Bupati melanjutkan generasi muda sebagai bibit-bibit emas harus kenal dengan budaya daerah dan bangsanya, sehingga mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai anak bangsa yang besar dan berdaulat.
"Jati diri adalah kekuatan sesungguhnya. Jadi, jangan sampai generasi penerus kehilangan jati dirinya," tutur bupati.
Tak hanya revitalisasi Istana Inderapura dan Benteng Pulau Cingkuak, bupati juga mengusulkan pendirian Museum Daerah, sehingga peninggalan sejarah dan hasil budaya Pesisir Selatan bisa disimpan. Lebih dari itu bisa dirawat dengan baik, dipamerkan, sekaligus jadi objek penelitian guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian hasil cipta, rasa dan karsa daerah berjuluk 'Negeri Sejuta Pesona' itu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Salim Muhaimin menambahkan Pesisir Selatan kaya akan keberadaan situs cagar budaya, bahkan ada di 15 kecamatan yang ada di daerah itu. Revitalisasi situs cagar budaya dan pembangunan museum daerah juga sebagai upaya mewujudkan visi Pesisir Selatan bermartabat yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026.
Baca juga: Prosesi Merantau Rajo Kerajaan Jambu Lipo Dipertontonkan ke Publik
"Ya, menginginkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bertumpu pada nilai-nilai budi pekerti dan budaya yang luhur, sesuai falsafah adat Minangkabau," terangnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Pengurus DPD Iluni UNP Pessel Periode 2023-2027 Dikukuhkan, Rektor Prof Ganefri: Diharapkan Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah
- Gubernur Mahyeldi Tinjau Kerusakan TPI Surantih Akibat Banjir, Minta Rincian Kerugian Segera Dilaporkan
- Owner Dempo Grup Bantu Korban Banjir Ranah Pesisir
- Gubernur Mahyeldi Serahkan Kayu Tak Bertuan Temuan Dishut Sumbar untuk Pembangunan Masjid di Pesisir Selatan
- Camat Denny Anggara Wakili Pesisir Selatan