Komisi 2 DPRD Gelar RDP Tentang Sewa Mobil Dinas Pemkab Batu Bara

Dipaparkan Fahri, disamping keuntungan yang disebutkan Kepala BKAD namun ada kerugian yang diderita Batu Bara terkait pembayaran pajak dan perpanjangan STNK. Ada uang masuk (Fee resmi) bagi kita yang hilang," beber Fahri.
"Sangat disayangkan uang 2 miliar lebih tersebut menguap hanya untuk sewa mobil," tandas Fahri lagi.
Demikian pula Citra Muliadi Bangun dari Fraksi PKS juga menyatakan ketidaksetujuannya. Bahkan Citra mengatakan akan mengajak F-PKS untuk menolak KDO-S karena dinilai Citra KDO-S belum efisien.
Baca juga: ASN Pemko Padang Siap Sambut Pimpinan Baru
"Jangan mengutamakan gaya hidup karena rakyat kita masih banyak yang kekurangan. Apalagi tahun ini kita masih berhutang lagi sebesar 100 miliar rupiah",
Sebelumnya, anggota Wappress Darman mengungkapkan pembiayaan KDO-S per satu unit per satu bulan Rp. 6.600.000. Jadi dalam setahun sewa satu unit mobil Xpander Exceed sebesar Rp. 79.200.000. Berdasarkan rincian tersebut, biaya sewa 29 unit mobil Xpander Exceed selama setahun sebesar Rp. 2.206.800.000.
Masih menurut Darman, dengan pengadaan KDO-S, Pemkab Batu Bara samasekali tidak memiliki aset dan tidak mendapat manfaat.
Sementara jika Pemkab Batu Bara melakukan pembelian secara cash (tunai) dengan harga berdasarkan e-katalog per 1 unit seharga Rp 278.000.000. Jadi bila membeli sebanyak 29 unit senilai Rp 8.062.000.000. Ditambah biaya perawatan sebesar Rp 38.000.000 per 1 unit per tahun sebanyak 29 unit senilai Rp 1.102.000.000, selama 3 tahun senilai Rp 3.306.000.000.
Pajak kendaraan tahun kedua per 1 unit per tahun sebesar Rp 4.000.000 sebanyak 29 unit sebesar Rp 116.000.000 dan tahun ketiga sebesar Rp 116.000.000. Demikian pula biaya perpanjangan pajak tahun kedua dan tahun ketiga senilai Rp 232.000.000.
Jika dilakukan belanja langsung sebanyak 29 unit Xpander Exceed senilai Rp 8.062.000.000 ditambah biaya perawatan selama 3 tahun senilai 3.306.000.000, pajak tahun kedua dan tahun ketiga senilai Rp 232.000.000 total belanja selama 3 Tahun sebesar Rp 11.600.000.000
Darman mengasumsikan bila penyusutan dalam waktu 3 tahun sebesar 40% atau setara dengan Rp 4.640.000.000 maka Pemkab Batu Bara masih memiliki aset sebanyak 29 unit kendaraan senilai Rp 6.960.000.000 dan pemanfaatannya bisa sampai 5 ke 7 tahun kedepan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Revisi UU Minerba: Peluang Besar bagi Perguruan Tinggi dalam Sektor Pertambangan
- Ketua DPRD Sumbar Dukung Gubernur Mahyeldi dan Vasko Ruseimy Wujudkan Kemajuan Daerah
- Bupati dan Wakil Bupati Solok Terpilih Jalani Medical Check-Up Jelang Pelantikan
- Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra, Diminta Maju di Pilpres 2029
- Pada Raker FPKS, Hj. Nevi Zuairina Bertekad Perkuat Advokasi untuk Masyarakat