Makanan Yang Dijual di Pasa Pabukoan Belakang Balok Aman dan Sehat Untuk Dikonsumsi Masyarakat

BUKITTINGGI - Bekerjasama dengan loka POM Payakumbuh, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksasn terhadap kandungan zat yang ada di menu takjil atau pabukoan yang dijual di pasar pabukoan Belakang Balok,Bukittinggi,Selasa (04/04).
Menurut Kepala Loka POM Payakumbuh, Iswadi, Apt, mengatakan, pihaknya rutin melaksanakan uji makanan yang dijual ke masyarakat. Apalagi pada bulan Ramadhan ini, banyak menu takjil yang disuguhkan kepada pembeli.
"Kita uji kandungan yang ada di dalam makanan itu. Apa ada mengandung empat zat kimia tambahan yang berbahaya, yang harus diwaspadai masyarakat, boraks, rodhamine B, metanil yellow dan formalin. Empat bahan ini cukup banyak digunanakan pedagang untuk pangan siap saji. Ini yang kita periksa hari ini, dengan pengujian rapid test (uji cepat)," jelas Iswadi.
Lebih lanjut Iswandi mengatakan, Loka POM Payakumbuh yang membawahi Payakumbuh, 50 Kota, Bukittinggi dan Agam, mengimbau kepada pedagang untuk tidak menggunakan zat kimia tambahan yang tidak terdaftar di BPOM. Selain itu, jangan gunakan zat tambahan secara berlebihan,harapnya.
Baca juga: BPOM Dharmasraya Musnahkan Ribuan Produk Obat dan Makanan Tak Layak
"Boleh menambahkan pewarna atau zat kimia lainnya, asal yang dikemas dan terdaftar di Badan POM serta penggunannya juga sesuai kadarnya. Kami juga himbau kepada pedagang pabukoan untuk menutup dagangannya agar tidak terkontaminasi dengan kuman yang membahayakan kesehatan," pesannya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza, mengatakan, Pemko Bukittinggi akan terus bekerjasama dengan BPOM dan Loka POM, untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan di Kota Bukittinggi. Apalagi saat Ramadhan ini, banyak pabukoan yang dijual oleh pedagang.
"Kita lakukan pemeriksaan, agar masyarakat kita terbebas dari zat yang membahayakan kesehatan. Kita akan rutinkan juga dengan memaksimalkan laboratorium kesehatan Bukittinggi. Kedepan, akan kita upayakan bagaimana jajanan di sekolah juga kita periksa," ungkap Linda.
Dijelaskannya, dari 16 sampel yang diambil secara acak berdasarkan analisa resiko, tidak ada ditemukan zat berbahaya yang terkandung dalam makanan pabukoan yang dijual di Pasa Pabukoan Belakang Balok, jelas Linda
Baca juga: Temukan Tiga Sampel Pabukoan Mengandung Rhodamin B, Ini Kata BBPOM Padang
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengapresiasi dan berterima kasih pada Loka POM Payakumbuh dan Dinkes Bukittinggi atas program pemeriksaan makanan ini.
Penulis: Medio
Editor: Adrian Tuswandi
Berita Terkait
- Hasil Monev KI Sumbar 2024: 29 Badan Publik Informatif, 172 Tidak Informatif
- Sekretariat DPRD Sumbar Pertahankan Predikat OPD informatif
- Ketua DPRD Kunjungi RSAM Bukittinggi: Didorong Beri Masyarakat Pelayanan Terbaik
- Ciptakan Pemerintahan Bersih dan Akuntabel, Ketua DPRD Sumbar Ajak Masyarakat Melek Keterbukaan Informasi
- Komisi Informasi Sumbar Gelar Bimtek Penyelesaian Sengketa Informasi di Bukittinggi