Dewan Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan RSUD Mzen Painan

Ditambahkan Novermal, Kalau ada temuan tindak pidana, apalagi itu tindak pidana korupsi, "pasti kita rekomendasikan kepada aparat penegak hukum untuk diusut tuntas," tegas Novermal menjawab pertanyaan awak media.
Persoalan ini akan dibawa ke rapat Fraksi PAN, dan akan meminta dukungan fraksi lain untuk meloloskan Hak Interpelasi tersebut. "Karena ini program strategis dan menyangkut kepentingan masyarakat banyak, saya yakin Fraksi PAN dan fraksi lain akan mendukung Hak Interpelasi ini," tutup Rang Balai Selasa itu.
Seperti diketahui, gedung baru relokasi RSUD M. Zein Painan dibangun dengan dana pinjaman Pemkab Pessel kepada PIP sebesar Rp99 miliar. Dasarnya adalah, Perda Nomor 4 tahun 2014, tentang Pinjaman Pemerintah Daerah pada PIP. Dana Rp99 miliar tersebut, Rp96 miliar digunakan untuk konstruksi, dan sisanya sebesar Rp3 miliar untuk pengadaan peralatan kesehatan (Alkes).
Baca juga: Atur Harga Sawit Kebun Rakyat, Sembilan Anggota DPRD Pessel Usul Bentuk Perda
Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 80 persen. Namun, biaya yang dibayarkan kepada kontraktor baru Rp32 miliar atau sekitar 30 persen. Dengan alasan tidak ada dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), awal tahun 2017, Bupati Hendrajoni menghentikan proyek yang dibangun oleh Nasrul Abit, Bupati sebelumnya. Dan, proyek strategis itu mangkrak sampai sekarang. (*/coml)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Komisi I DPRD Sumbar Lihat Praktik SPBE Dinas Kominfo Pessel
- Kunker ke SAMSAT Pessel, Ketua DPRD Sumbar: Lakukan Pemetaan Kendaraan untuk Optimalisasi PAD
- Atur Harga Sawit Kebun Rakyat, Sembilan Anggota DPRD Pessel Usul Bentuk Perda
- Anggota DPRD Sumbar Zarfi Deson Terima Kunjungan Tokoh Masyarakat Pesisir Selatan
- Sungai Kuyuang dan Sungai Gemuruh Dukung Syafrizal Ucok Jadi Anggota DPRD Sumbar