Pjs Wako Hani S Rustam Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI,Binews.id - Sampai saat ini,Tuberkulosis paru yang dikenal dengan TBC masih menjadi masalah utama penyakit infeksi menular di Indonesia, termasuk di Kota Bukittinggi.
Data tahun 2022 menunjukkan Kota Bukittinggi memiliki insides rate TB tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, yaitu 199/100 penduduk.
Untuk pencepatan penanggulangannya secara terorganisir dan sinergis, Pjs Wali Kota Bukittinggi, H Hani Syopiar Rustam, telah menerbitkan SK Wali Kota No. 188.45-217-2024 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota Bukittinggi.
Setelah SK tersebut, Pjs Wako melakukan konsolidasi pelaksanaan SK Tim TP2TB tersebut, melalui Dinas Kesehatan dengan melakukan rapat koordinasi tim percepatan pencegahan penanggulangan TBC.
Baca juga: Wawako Marfendi Irup Upacara HUT Korpri ke 53 dan Hut PGRI ke 79 Tahun 2024
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Pjs. Wali Kota Bukittinggi, H. Hani S Rustam di Ruang Rapat Utama Balaikota, Rabu (20/11/2024).
Pjs. Wako Hani Rustam, menyampaikan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh untuk mempercepat penanggulangan TBC ini.
Untuk itu, sangat diperlukan kolaborasi antara instansi pemerintah, tim kesehatan, masyarakat, dan stakeholder terkait, antara lain BPJS, Kemenag, Lapas, Kodim dan Polresta.
"Untuk mempercepat penanggulangan TBC, diperlukan komitmen dan peran serta dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya," ungkap Pjs Wako Bukittinggi.
Baca juga: Pemko dan DPRD Bukittinggi Sepakati Tiga Ranperda Menjadi Perda
Salah satu fokus utama menurut Pjs Wako adalah deteksi dini, dengan memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan dalam menemukan dan mengobati pasien TBC secara lebih cepat dan akurat serta mengedukasi masyarakat tentang gejala, penyebaran, dan pencegahan TBC menjadi hal yang diutamakan agar stigma terhadap penyakit ini dapat diminimalkan.
Penulis: Medio
Editor: Adrian Tuswandi
Berita Terkait
- Hasil Monev KI Sumbar 2024: 29 Badan Publik Informatif, 172 Tidak Informatif
- Sekretariat DPRD Sumbar Pertahankan Predikat OPD informatif
- Ketua DPRD Kunjungi RSAM Bukittinggi: Didorong Beri Masyarakat Pelayanan Terbaik
- Ciptakan Pemerintahan Bersih dan Akuntabel, Ketua DPRD Sumbar Ajak Masyarakat Melek Keterbukaan Informasi
- Komisi Informasi Sumbar Gelar Bimtek Penyelesaian Sengketa Informasi di Bukittinggi