Pjs Wako Hani S Rustam Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota Bukittinggi

Rabu, 20 November 2024, 20:45 WIB | Pemerintahan | Kota Bukittinggi
Pjs Wako Hani S Rustam Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota...
Pjs Wako Hani S Rustam Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota Bukittinggi
IKLAN GUBERNUR

BUKITTINGGI,Binews.id - Sampai saat ini,Tuberkulosis paru yang dikenal dengan TBC masih menjadi masalah utama penyakit infeksi menular di Indonesia, termasuk di Kota Bukittinggi.

Data tahun 2022 menunjukkan Kota Bukittinggi memiliki insides rate TB tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, yaitu 199/100 penduduk.

Untuk pencepatan penanggulangannya secara terorganisir dan sinergis, Pjs Wali Kota Bukittinggi, H Hani Syopiar Rustam, telah menerbitkan SK Wali Kota No. 188.45-217-2024 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Kota Bukittinggi.

Setelah SK tersebut, Pjs Wako melakukan konsolidasi pelaksanaan SK Tim TP2TB tersebut, melalui Dinas Kesehatan dengan melakukan rapat koordinasi tim percepatan pencegahan penanggulangan TBC.

Baca juga: Wawako Marfendi Irup Upacara HUT Korpri ke 53 dan Hut PGRI ke 79 Tahun 2024

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Pjs. Wali Kota Bukittinggi, H. Hani S Rustam di Ruang Rapat Utama Balaikota, Rabu (20/11/2024).

Pjs. Wako Hani Rustam, menyampaikan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh untuk mempercepat penanggulangan TBC ini.

Untuk itu, sangat diperlukan kolaborasi antara instansi pemerintah, tim kesehatan, masyarakat, dan stakeholder terkait, antara lain BPJS, Kemenag, Lapas, Kodim dan Polresta.

"Untuk mempercepat penanggulangan TBC, diperlukan komitmen dan peran serta dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya," ungkap Pjs Wako Bukittinggi.

Baca juga: Pemko dan DPRD Bukittinggi Sepakati Tiga Ranperda Menjadi Perda

Salah satu fokus utama menurut Pjs Wako adalah deteksi dini, dengan memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan dalam menemukan dan mengobati pasien TBC secara lebih cepat dan akurat serta mengedukasi masyarakat tentang gejala, penyebaran, dan pencegahan TBC menjadi hal yang diutamakan agar stigma terhadap penyakit ini dapat diminimalkan.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Medio
Editor: Adrian Tuswandi

Bagikan: