Pendaftaran Mencari Pemimpin Sumbar Tutup, Yosmeri : Kabar Baik untuk Demokrasi

Yosmeri melihat fenomena ini mestinya Parpol lain juga transparan membuka proses pendaftaran bakal calon.
"Jangan awalnya terbuka kepada insan pers tapi prosesnya tidak berkejelasan siapa yang diusulkan dan ditetapkan untuk didafatrkan KPU, pengalaman selama ini publik dibikin terkejut ketika didaftar KPU tidak melalui proses pendaftaran di Parpol sebelumnya,"ujar Yosmeri
Sehingga itu kata Yosmeri sudah seharusnya syarat Parpol mengajukan calon yang saat ini 20 persen dari perolehan kursi di parlemen direvisi.
"Harus ada keberanian DPR RI merevisi syarat Parpol mengusung calon menjadi 10 persen. Ini akan menumbuhkan persaingan sehat dan menghindari hegomoni Parpol peraih kursi banyak di DPRD. Satu lagi politik transaksi dengan bumbu money politic semakin mudah diawasi publik,"ujar Yosmeri.
Poros Baru sudah mampu memberi dinamika perpolitikan Sumbar tiga hari terakhir.
"Tentunya ada kesamaan pandang ditingkat Ketua Umum dan Sekjen tiga Parpol di Koalisi Poros Baru yaitu Golkar, Nasdem dan PKB. Visinya Poros Baru tidak soal visi dan misi serta program setelah terpilih, tapi bagaimana strategi dan logistik kekuatan untuk memenangkan Pilkada 2020. Itu patronnya ada di koalisi,"ujar Yosmeri. (rls: lead-center)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI