Sekdaprov Sumbar Ajak Jamaah Jadikan Isra Mi'raj Momentum Refleksi Spiritual

Senin, 09 Februari 2026, 10:35 WIB | Ragam | Kota Padang
Sekdaprov Sumbar Ajak Jamaah Jadikan Isra Mi'raj Momentum Refleksi Spiritual
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi memberikan sambutan pada kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah. ADPIM

PADANG, binews.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi memberikan sambutan pada kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al Wathan, Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (7/2/2026), dan berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.

Dalam sambutannya, Arry Yuswandi mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum refleksi spiritual untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah.

Ia menekankan bahwa Isra Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah keagamaan, tetapi mengandung pesan mendalam tentang pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan Allah SWT.

"Isra Mi'raj mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui salat, sekaligus memperbaiki hubungan antar sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Arry.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Isra Mi'raj sangat relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk akhlak dan kepribadian yang lebih baik.

Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, Arry mengingatkan umat Islam agar mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Ia berharap, kesiapan tersebut dapat membuat ibadah Ramadhan dijalani dengan lebih khusyuk dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Arry menyebut Ramadhan sebagai momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat saling tolong-menolong di tengah masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi adat, agama, dan kebersamaan.

"Ramadhan hendaknya menjadi bulan yang menghadirkan ketenangan, mempererat ukhuwah, serta mendorong kita menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, dan peduli," katanya.

Halaman:
IKLAN MBG

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: