Hadapi Hoaks dan Polarisasi, Lisda Hendrajoni Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan

Minggu, 08 Februari 2026, 18:45 WIB | Politik | Kota Padang
Hadapi Hoaks dan Polarisasi, Lisda Hendrajoni Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar slogan masa lalu. HUMAS

PADANG, binews.id -- Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar slogan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam menjaga ketahanan bangsa di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.

Menurut Lisda, derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital menuntut bangsa Indonesia memiliki pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah tergerus oleh pengaruh negatif.

Hal tersebut disampaikan Lisda saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sekaligus Silaturahmi Menjelang Ramadan yang digelar di Premier Basko Hotel, Padang, Sabtu (7/2/2026).

Dalam paparannya, Lisda menyoroti fenomena keterbukaan informasi yang saat ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemudahan akses pengetahuan, namun di sisi lain memunculkan tantangan serius seperti hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial.

Ia menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi filter kebangsaan dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di ruang digital.

"Empat Pilar berperan sebagai kompas moral bangsa. Tanpa itu, kita bisa kehilangan arah dalam menyikapi kebebasan berekspresi di era digital," ujar Lisda di hadapan peserta kegiatan.

Lisda juga menaruh perhatian besar pada peran generasi muda yang mendominasi pengguna media sosial. Ia mendorong anak muda untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi konten yang edukatif dan menyejukkan.

Menurutnya, literasi digital berbasis nilai kebangsaan sangat penting agar ruang digital tidak menjadi arena konflik, melainkan sarana memperkuat persatuan.

Selain generasi muda, Lisda memberikan penekanan khusus pada peran keluarga, terutama ibu, yang dinilainya memiliki posisi strategis dalam membimbing aktivitas digital anak sejak dini.

"Pendidikan karakter melalui keteladanan jauh lebih efektif daripada sekadar nasihat. Nilai kejujuran, toleransi, dan saling menghargai harus dimulai dari rumah," katanya.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat serta organisasi sosial untuk terus menjaga sinergi dan menjadi teladan dalam mengedepankan persatuan di atas kepentingan politik jangka pendek.

Halaman:
IKLAN MBG

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: