UBAH LAKU : Cerita Guru di Padang yang Terinfeksi Covid-19 Usai Jalani Swab Massal

Rabu, 23 Desember 2020, 21:33 WIB | Kesehatan | Kota Padang
UBAH LAKU : Cerita Guru di Padang yang Terinfeksi Covid-19 Usai Jalani Swab Massal
Isolasi Mandiri. Ilustrasi
IKLAN GUBERNUR

LAPORAN MELBA

'Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih'. Ungkapan ini serasa sesuai dengan yang dialami Bunga (bukan nama sebenarnya), salah seorang pengajar di Kota Padang.

Jantungnya serasa mau jatuh saat mendapat telepon dari salah seorang tenaga medis yang mengatakan bahwa ia positif terpapar virus Corona. Karena memang sebagai pengajar wajib melakukan tes swab agar tetap bisa mengajar nanti pada 4 Januari mendatang.

"Saya kaget. Serasa mau menangis. Pikiran saya kacau. Kok bisa saya kena virus Corona. Saya kan sudah menerapkan apa yang diminta pemerintah, 3 M," katanya kepadabinews.id kemarin di Padang.

Baca juga: Ini Karantina dan Isolasi Menurut CDC

Bunga adalah salah satu guru dari 12 ribu guru di Kota Padang yang wajib melakukan tes swab jika ingin tetap bisa mengajar tahun depan. Ia pun melakukan tes swab seperti yang diarahkan pihak Dinas Pendidikan (Dinkes) Kota Padang di Puskesmas yang telah ditentukan.

"Saya tes hari Selasa. Hasilnya baru keluar Kamis, karena memang dua hari biasanya setelah tes swab baru hasilnya keluar," katanya.

Bunga mengaku, meski dinyatakan positif Covid-19, namun ia tak merasakan gejala apapun, alias Orang Tanpa Gejala (OTG). Apakah itu batuk, demam, badan nyeri, panas dingin, seperti gejala Covid-19 ringan pun tidak.

"Tak ada apa-apa di badan saya rasanya. Saya masih seperti biasa saja. Bahkan penciuman dan lidah saya pun masih nomal. Usai dinyatakan positif itu saya juga makan seperti biasa dan penciuman juga bisa membedakan mana yang bau dan harum. Tapi kenapa saya positif," ujarnya.

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Rencanakan Tempat Isolasi Terapung di Kota Padang

Bunga pun terus berpikir darimana dia bisa tertular virus ini. Bahkan di kostnya pun tak ramai anak kost karena memang semua kuliah daring sejak April lalu.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: