SIG Serahkan Santunan Tali Asih di Panti Asuhan H Syafri Moesa Gadut Padang

Selasa, 29 Desember 2020, 17:57 WIB | Gaya Hidup | Kota Padang
SIG Serahkan Santunan Tali Asih di Panti Asuhan H Syafri Moesa Gadut Padang
Kepala Unit CSR Semen Padang Muhammad Ikrar (kanan) menyerahkan bantuan tali asih anak yatim dari SIG kepada Pimpinan Panti Asuhan H. Syafri Moesa, Safirdaus (kiri), Selasa, 29 Desember 2020. (hms)
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id - Semen Indonesia Grup (SIG) melalui PT Semen Padang menyerahkan santunan kepada Panti asuhan Mentawai dan Yatim Piatu Ulu Gadut H. Syafri Moesa, Kelurahan Koto Luar Ulu Gadut Pauh Padang, Selasa, 29 Desember 2020.

Penyerahan diwakili oleh Unit Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang. Penyerahan tali asih berupa bahan pokok makanan dan uang tunai, dalam rangka merayakan 8 tahun SIG dengan tema berkolaborasi dan bersinergi untuk terus melampaui jangkauan.

Kepala Unit CSR Semen Padang Muhammad Ikrar mengatakan, PT Semen Padang mewakili SIG menyerahkan tali asih anak yatim yang merupakan peringatan HUT Semen Indonesia ke-8 pada 7 Januari 2021 mendatang.

"Kegiatan ini merupakan bagian peringatan dan berbagi kebahagiaan di setiap daerah operasional SIG. Dan untuk di Sumatera Barat, Semen Padang menjadi garda terdepan dalam bantuan ini," katanya usai acara penyerahan.

Baca juga: Eka Putra : Siapapun Bisa Sukses, Kuncinya Mempunyai Kemauan Dan Tekad Yang Kuat

Ia mengatakan, Panti Asuhan Syafri Moesa merupakan panti asuhan yang ada di ring satu perusahaan. "Maka ini jadi perhatian kita dengan jumlah 77 anak. Mereka dari Mentawai dan daerah lainnya ke Kota Padang untuk melanjutkan pendidikan, dan kita mensuppor dengan hal yang kita bisa," jelasnya.

Pimpinan Panti Asuhan H. Syafri Moesa, Safirdaus mengucapkan terima kasih atas kedatangan CSR Semen Indonesia Grup yang bisa membantu anak-anak belajar di panti ini.

"Kita sangat terbantu dengan tali asih yang datang ke panti asuhan kita, terutama di masa pandemi ini. Kita berharap ini berkesinambungan kedepannya. Saat ini, jumlah anak-anak di panti kita sekitar 77 orang. Usia terkecil 1,5 tahun dan paling besar hingga usia SMA/SMK," katanya.

Dikatakan Safirdaus, jika setamat SMA/SMK sudah ada anaknya yang mandiri, maka akan mereka akan melanjutkan kehidupannya di luar panti asuhan atau keluar dari panti.

Baca juga: PGRI Labuhanbatu Gelar Bakti Sosial, Berbagi Sembako dan Takjil di Panti Asuhan

Diakui Firdaus, tak sedikit dari alumni di panti asuhan yang sukses. "Ada yang sudah menjadi guru, bekerja di kepolisian, ASN, dan profesi lainnya. Mereka juga masih sering kesini melihat adik-adik mereka," tuturnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: