Serahkan SK CPNS, Gubernur Irwan Prayitno Berpesan ASN Jangan 'Ngebos'

Sistem Merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan kualifikasi, kompetwnsi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, umur, ataupun kondisi cacat. Dengan demikian setiap orang punya hak yang sama dalam mengembangkan karir, sepanjang memenuhi kualifikasi dan kompetensi.
"Kami menginggatkan juga bahwa fungsi ASN antara lain sebagai pelayanan publik dan perekat dan pemersatu bangsa, sebagai pelayanan publik harus memberikan kinerja terbaik," tegasnya.
BKD Sumbar telah membuktikan dapat beradaptasi dengan perubahan mekanisme secara digital ini. Khususnya untuk Pemprov Sumbar telah ditetapkan sebanyak 575 nota persetujuan teknis NIP CPNS untuk formasi tahun 2019. CPNS yang lulus merupakan calon-calon pegawai terbaik dari 25.129 peserta SKD.
"Kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik, kolaborasi ini tetap kita bangun untuk mewujudkan manajemen ASN yang baik di Sumbar," sambut Neni Rochyani.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumbar, Fitriyati mengatakan ada 575 ASN yang diserahkan SK CPNS untuk formasi 2019 yang terdiri atas tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan tenaga administrasi lainnya. Sementara kebutuhan yaitu 603 formasi. Jadi, ada yang 28 formasi yang tidak terisi yang kebanyakan merupakan dokter spesialis.
"Sebanyak 575 diterima. Dari tahap awal, yang mendaftar ada sebanyak 25.129 orang," jelasnya.
"Dalam menjalankan tugas hendaknya seluruh CPNS ini memiliki komitmen jika kita ini adalah pelayan masyarakat, jangan ada satu orang masyarakat mengeluh terhadap pelayanan yang diberikan," ujarnya.
Oleh karenanya untuk menciptakan kenyamanan tersebut hendaknya para ASN baru semakin meningkatkan pengetahuan, wawasan, kepribadian, dan etika karena suatu keberhasilan sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan untuk mengoptimalkan tugas yang diberikan.
Ia berharap agar para CPNS dapat meningkatkan dan menunjukan kualitas diri karena sejatinya seorang pegawai negeri sipil adalah seorang yang kepuasan kerjanya tidak ditentukan oleh besarnya gaji yang diterima tetapi ditentukan oleh tingginya kepuasan dan kesejahteraan masyarakat yang dilayani. (*)
Rilis/bi
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI