Kabag Organisasi Setda Dharmasraya Puji Kuliner Nagari Siguntur

Selasa, 20 April 2021, 11:41 WIB | Ragam | Kab. Dharmasraya
Kabag Organisasi Setda Dharmasraya Puji Kuliner Nagari Siguntur
Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya Budi Waluyo, SPKP. (san)
IKLAN GUBERNUR

DHARMASRAYA, binews.id - Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya Budi Waluyo,SPKP yang tergabung dalam Tim XIII Safari Ramadan puji hidangan kuliner di Nagari Siguntur, di saat mengunjungi Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, Senin (19/04).

Budi Waluyo dengan kepolosannya menyampaikan bahwa beliau tergabung dalam Tim 13 pada ramadhan tahun ini. Keterangan yang polos terlontar tanpa sadar setelah merasakan nikmatnya hidangan kuliner berbuka puasa di Nagari Siguntur, sehingga beliau melihatkan raut wajah yang puas akan hidangan kuliner yang di sajikan oleh Tim Nagari Siguntur.

"Sudah puluhan kali saya menjadi tim safari ramadan, baru kali ini dijamu berbuka puasa dengan sajian kuliner yang lezat. Sekilas seperti sajian nasi kapau. Wow... Hampir saja saya lupa dengan kebiasaan baru saya yang lebih disiplin soal asupan gizi belakangan ini. Padahal, kalau masih kebiasaan lama, saya nekat tambuah untuk memenuhi selera perut yang lagi meng-gas itu," ungkap Budi Waluyo dengan senyuman tulusnya.

"Keberuntungan memang kerap menghampiri saya dalam bersafari ramadan. Tahun ini saya bersama Tim 13 yang dipimpin Kadispakan Uda Purwanto, M.Pd mendapat jadwal di masjid yang posisinya mudah dijangkau. Pinggir jalan, dekat dengan tempat tinggal tim pada umumnya. Malam tadi saya kebagian menyambangi Masjid Jami Siguntur dan Rabu esok malam ke Masjid Babussalam Simpang Empat Koto Baru," imbuhnya.

Diakatakannya, tim 13 diperkuat oleh Ibu Deswati, S.Sos, salah satu pejabat teras di Dinas Lingkungan Hidup. Ada juga Ibu Zuraida Khaidir, dari Dinas Pangan dan Perikanan, sahabat sejak berdinas di Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Perempuan bertubuh bongsor ini adalah sarjana perikanan UBH Padang yang Pulkam untuk membangun Dharmasraya.

Dalam deretan nama-nama tim, juga terlihat politisi Partai Nasdem Ampera Dt. Labuan Basa yang kini duduk di parlemem Dharmasraya, juga Aprial, SE., MM, sosok sepuh yang akan mengakhiri jabatannya sebagai Sekretaris BKD di penghujung bulan ini. Keduanya mohon izin tidak hadir safari hari pertama lantaran ada keperluan kedinasan di luar daerah tambahnya.

"Di Masjid Jami Siguntur rasanya saya seperti pulang kampung saja. Banyak wajah wajah yang sangat familiar bagi saya. Sebut saja Pak Sutan Hendri, salah satu raja yang masih tersisa di Dharmasraya ini sudah saya kenal sejak beliau menjadi staf kantor camat Sitiung lebih dua dasawarsa yang lampau. Beliau masih terlihat trengginas untuk menunaikan shalat tarawih 20 rakaat plus shalat sunat witir tiga rakaat," ujarnya.

Selanjutnya, ada juga Pak Ismail, seorang kontak tani di Nagari Siguntur. "Beliau kerap datang memenuhi undangan saya untuk pembinaan perikanan masa itu. Beliau juga terlihat masih tageh. Wajah wajah lain saya tidak akrab berkenalan, namun mereka tahu persis nama dan jabatan saya. Terkadang saya ini termasuk selebritis juga, itu lantaran di masa lalu saya, kata seorang wartawan senior ini, yang selalu menulis dengan tajam dan tidak mau kompromi. Jadi banyak rakyat kecil yang senang dengan saya. Sebaliknya banyak pejabat yang sinis melihat kiprah saya. Resiko pekerjaan mungkin," katanya.

Saat memberi informasi kepada masyarakat, Kadisnakan Purwanto yang bahasa nya sangat dipengaruhi dialeg Jawa, menyampaikan informasi terkait capaian pembangunan yang dilakukan pada saat pemerintahan Pak Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Pak bupati yang masih muda ini memang terkenal dengan gebrakannya mendatangkan proyek dari Jakarta untuk Dharmasraya.

Sebagaimana disampaikan Purwanto, beberapa waktu lalu, Bupati Sutan Riska berhasil meyakinkan Menteri PUPR Basuki Hadi Moelyono untuk membuka akses pintu tol Sumatera di bumi Dharmasraya. Meski baru kesepakatan, namun ini merupakan langkah strategis bagi Dharmasraya pasca dioperasikannya jalan tol Sumatra beberapa tahun mendatang.

"Dharmasraya akan tetap menjadi perlintasan ekonomi dan akan mendapat manfaat besar bagi kesejahteraan rakyatnya. Tidak mudah untuk meyakinkan pemerintah pusat soal pintu tol di Dharmasraya. Berapa banyak kabupaten dan kota yang mengiginkan hal itu tapi Dharmasraya adalah satu dari segelintir Kabupaten yang keinginannya di wujudkan oleh pemerintah pusat," sebutnya. (*/san)

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: