Dikelola Sesuai Aturan yang Berlaku, Begini Pengolahan Limbah Medis Covid-19 di SPH

PADANG, binews.id - Di masa Pandemi Corona menyebabkan timbunan limbah medis dari rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 meningkat. Berbagai limbah medis itu seperti Alat Pelindung Diri (Hazmad, Sarung Tangan, Masker.topi bedah), botol bekas infus, jarum suntik, sisa botol obat, dan bahan habis pakai yang digunakan untuk pengobatan lainnya. Serta sisa makanan dan wadah makanan dan juga minuman yang berasal dari ruangan rawatan Covid-19 menjadi limbah medis yang harus diperhatikan setiap faskes penanganan pasien Covid-19.
Kasi Sanitasi Lingkungan di Semen Padang Hospital (SPH) Rika Januarti, SKM mengungkapkan, Pengelolaan Limbah Infeksius merupakan hal penting yang harus sangat diperhatikan. Jika tidak dikelola dengan baik dan sesuai aturan, maka akan menimbulkan dampak yang berbahaya, apalagi virus corona dapat menempel pada benda sehingga butuh penanganan yang serius dalam pengolahannya.
Dalam surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.2/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19 menyebutkan penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan yang tertutup paling lama dua hari sejak dihasilkan. Pemusnahan limbah medis ini dilaksanakan di fasilitas insinerator dengan suhu pembakaran minimal 800 derajat celcius atau menggunakan autoclave (alat sterilisasi) yang dilengkapi dengan pencacah. Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilengkapi simbol 'INFEKSIUS' dan label Limbah B3 dan selanjutnya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 yang selanjutnya diserahkan kepada pengelola limbah B3.
"SPH telah memiliki Izin TPS yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. Dalam pengolahan limbah medis Covid-19. Selain itu, kami juga memiliki Coldstorage (suhu nol derajat celcius) untuk tempat penyimpanan limbah medis infeksius, sehingga aman sebelum dilakukan pengolahan," ujar Rika yang merupakan tamatan Universitas Kesehatan masyarakat ini.
Baca juga: SPH Jadi Rumah Sakit Pertama di Sumbar Penerima Bintang Tiga dari BPJS Kesehatan
Ia melanjutkan, dalam proses pengolahan limbah medis, SPH bekerja sama dengan Pihak ketiga seperti Transporter PT. Andalas Bumi Lestari dan Pemusnah PT.Wastec International dan juga PT.Tenang Jaya Sejahtera selaku transporter dan sekaligus pemusnah. dan sebagai bukti bahwa limbah medis sudah dikelola sesuai prosedur maka Pihak ketiga memberikan bukti berupa manifest dan sertifikat penerimaan dan pengolahan limbah medis.dan bukti manifest tersebut akan dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup
Kemudian untuk pemilahan limbah medis dirawatan, dilakukan oleh perawat dan pengemasan/packing/membawa ke TPS dilakukan oleh tenaga cleaning service (ISS) Sementara untuk penimbangangan dan pencatatan di TPS (Tempat Penampungan Sampah sementara) dilakukan oleh tenaga sanitarian (sanitasi lingkungan).
Rika juga menjelaskan, Jumlah Limbah medis di SPH biasanya rata-rata 35-50 kilogram/hari. Akan tetapi setelah masa pandemi, ketika SPH menyiapkan 2 lantai dengan kapasitas 90 tempat tidur untuk pasien Covid-19, jumlah limbah medis meningkat menjadi 200-250 kilogram/hari.
Ia menambahkan pada awal tahun 2021 pasien covid-19 mulai menurun sehingga didapat data pada Januari - Maret 2021 jumlah limbah medis di SPH sebanyak 100-150 kilogram/hari. Secara rincian, satu bulannya ada limbah medis 4.468 kilogram/bulan yang dikelola SPH sesuai aturan yang berlaku.
Baca juga: Tak Melulu Dimasukkan Freezer, Daging Kurban Juga Bisa Diolah Seperti Ini Agar Tahan Berbulan-bulan
"Hal itu karena banyaknya pemakaian APD dari setiap unit layanan dan seluruh limbah sisa makanan/minuman berasal dari kamar rawatan covid-19, termasuk kategori limbah medis," ujarnya. (*/mel)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
- SPH Jadi Rumah Sakit Pertama di Sumbar Penerima Bintang Tiga dari BPJS Kesehatan
- Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
- Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
- KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025