Koperasi Konsumen JPS Didorong Garap Sektor Riil dan Manfaatkan Berbagai Peluang

"Nah, dalam rapat ulang tahun pertama itulah disepakati dua keputusan, yakni pertama membuat arisan bulanan dan kedua mendirikan koperasi. Alhamdulillah, keduanya sudah berjalan. Bahkan K2JPS sudah ada yang meminjam tanpa bunga, hanya biaya administrasi saja. Dibayar di akhir bulan, selama empat bulan," jelas Saribulih.
Sementara itu, Dina Febriyanti mengatakan bahwa semua pengurus dan anggota koperasi K2JPS harus punya komitmen dan visi yang sama dalam membesarkan usahanya agar semakin maju dan berkembang serta mensejahterakan anggotanya. Harus fokus.
"Saat ini, usaha yang bisa dikelola koperasi sangat banyak sekali, selain simpan pinjam. Semua tergantung kreativitas pengurus. Bahkan pengadaan barang dan jasa juga bisa dikelola oleh koperasi," ungkap Dina.
Baca juga: OJK Cabut Izin Tiga BPR di Sumbar Sepanjang 2024, Optimalkan Pengawasan Perbankan
Pihaknya di Dinas Koperasi Sumbar terus mendorong koperasi untuk mengembangkan sektor riil daripada hanya usaha simpan pinjam.
"Mengembangkan usaha di sektor riil, akan membuat koperasi jauh lebih cepat maju dan mencapai target utama yaitu mensejahterakan anggotanya daripada hanya usaha simpan pinjam. Untuk tahap awal, cukup dua usaha saja dulu. Terpenting yang mengelolanya harus fokus," jelas Dina.
Selain dari iuran wajib dan pokok, Leonardy dan Dina menyampaikan bahwa K2JPS untuk tahap awal bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), CSR dan penyertaan modal.
Sementara itu, Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Hargianto berbagi pengalaman dalam pengelolaan usaha kemitraan dan koperasi, seperti usaha sapi kurban dan budidaya kerapu.
Hargianto menceritakan usaha sapi kurban yang sudah dijalankannya selama 10 tahun mulai dari pangkat kolonel sampai saat ini Laksamana Pertama. "Ini peluang yang sangat menjanjikan di Sumbar karena masyarakat kita biasanya berkurban dengan sapi, jarang berkurban dengan kambing. Jadi penjualan sapi bisa meraih keuntungan yang tinggi," katanya.
Menurutnya, usaha sapi kurban itu sangat menguntungkan. Sapi terjual sudah mencapai 1.000 ekor. Pembelinya beragam. Presiden Jokowi, Mendagri, para jenderal, pejabat negara dan masyarakat menjadi pelanggan sapi kurban yang dijualnya.
"Kita sediakan tempat, peternak lah yang datang membawa sapi yang mau dijual. Tempat yang dicari adalah tempat yang dekat dengan pangan dan spot-spot penjualan. Marketnya jelas," ungkapnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM