HUT PII Wati, Nevi Zuairina Bicara Adaptasi dan Dinamisasi Gerakan Pelajar Putri di Tengah Pandemi

Saat ini, lanjut Nevi, Negeri tercinta ini masih dilanda pandemi yang terus berkembang dan belum tahu sampai kapan selesainya. Banyak aktivitas produktif kita di berbagai sektor jadi terhambat bahkan terhenti.
Namun, bukan berarti berdiam dan menunggu situasi normal kembali. Semua, sambung Nevi, harus bersatu dan bersama-sama dalam menghadapi pandemi ini. Sangat banyak hal yang bisa dilakukan oleh pelajar puteri dalam berbagi manfaat dengan yang lain.
"Setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk adaptasi gerakan pelajar puteri. Yang pertama menumbuhkan jiwa wirausaha, dan yang kedua, menjalankan peran sebagai Agent of Control," ujarnya.
Anggota DPR RI yang duduk di Komisi VI ini mengatakan, di tengah aktivitas belajar yang masih menggunakan metode online, semua harus bisa sambil terus mengembangkan kapasitas diri untuk berwirausaha. Kewirausahaan melalui UMKM mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat.
"Dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Pandemic menghantam perekonomian, dan penguatan basis wirausaha akan menjadi jalan keluar dari permasalahan pelik ekonomi bangsa," tuturnya.
Nevi berpesan, perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda khususnya para pelajar puteri, untuk mulai mempersiapkan diri dalam memasuki dunia usaha, tanpa meninggalkan dunia akademiknya. Apalagi perkembangan teknologi saat ini begitu pesat yang apabila mampu dipadukan dengan dunia wirausaha, tentu akan semakin membuat anak-anak muda tertarik untuk menekuni dan mengembangkan ide-ide kreatif kolaboratifnya.
Selain itu, tambahnya, para pemudi yang tergabung dalam PII Wati mesti mampu menjalankan perannya sebagai Agent of Control yaitu sebagai pengawas atas hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
Fungsi ini menjadi sangat penting dilakukan demi merespon gejala-gejala sosial maupun kebijakan-kebijakan pemerintah(eksekutif) yang dirasa tidak sesuai dengan perkembangan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat, maupun mengkritik dan mendorong legislatif untuk bisa menjalankan fungsi kedewanan.
Hal ini penting dalam menjaga kesimbangan kehidupan bermasyarakat dan menyikapi kebijakan-kebijakan publik yang diberlakukan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera.
"Teknologi Komunikasi dan Informasi saat ini bisa sangat berguna, dan secara bersamaan bisa sangat merusak. Pemanfaatan teknologi untuk menyampaikan kritik dan saran, hendaklah kita bijak dalam bersosial media. Sangat penting bagi siapa saja untuk tidak menyebar berita yang belum jelas kebenaran nya, apalagi bohong (hoaks)," katanya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI