Jurusan Ilmu Politik Unand dan KPU Padang Dorong Ibu Rumah Tangga Melek Politik

PADANG, binews.id -- Perempuan seharusnya memiliki peran penting dalam proses politik. Di Kota Padang, jumlah perempuan mencapai 60 persen, dan didominasi oleh Ibu Rumah Tangga. Sayangnya, selama ini posisi perempuan lebih dimobilisasi oleh kepentingan politik.
Akademisi Unand, Asrinaldi, menilai perlu memberikan pemahaman dan pengetahuan politik kepada ibu rumah tangga oleh relawan demokrasi. Serta mendorong Ibu rumah tangga sebagai agen perubahan di lingkungannya guna memperkuat sistem demokrasi.
" Peran dari relawan demokrasi ini adalah melakukan transfer pengetahuan tentang aktifitas politik di lingkungan mereka. Seperti menonton berita selama 30 menit, berdiskusi politik yang ringan sepeti kebijakan pemerintahan daerah yang bersentuhan dengan kehidupan mereka," papar Asrinaldi dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan kerjasama Jurusan Ilmu Politik FISIP Unand dan KPU Kota Padang, dalam rangka Meningkatkan Kemampuan Relawan Demokrasi Kelompok Perempuan Dalam Memotivasi Dan Memfasilitasi Kaum Perempuan Di Bidang Politik Berbasis Keluarga, pada Rabu (25/8/2021) lalu.
Baca juga: DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin
Ketua KPU Padang, Riki Eka Putra berharap relawan demokrasi kelompok perempuan ini bisa mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam politik.
"Terlebih perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memperjuangkan kepentingannya. Apalagi jika dilihat Pemilih perempuan di Kota Padang memiliki angka jauh lebih banyak dari pada pemilih laki-laki. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak menjadi akhir tetapi terus terlaksana secara berkesinambungan," kata Riki.
Sementara itu Akademisi Ilmu Politik Unand Syaiful menekankan perlu penguatan kapasitas perempuan relawan demokrasi, baik secara Hard Skill dengan perlu adanya pendidikan politik terstruktur, pemahaman tentang politik, demokrasi, partisipasi politik dan pemilu.
"Selanjutnya secara Soft Skill yaitu dengan perlu adanya praktek politik dalam kehidupan keseharian, kemampuan public speaking, bernegosiasi, dan mampu menjadi fasilitator" jelas Syaiful.
Baca juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan
Diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Unand, Tengku Rika Valentinan ini, menegaskan output program pengabdian masyarakat ini adalah Modul Kegiatan dan ToT relawan demokrasi untuk mengadvokasi Ibu RT sebagai Agen Sosialisasi Politik dengan Basis Keluarga.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin
- DPRD Sumbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Gubernur atas Ranperda SPBE
- Wigiyono Gelar Pengajian, Santunan Anak Yatim, dan Sunatan Massal Sambut Bulan Suci Ramadan
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tampung Aspirasi Masyarakat Kecamatan Padang Timur
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Masyarakat di Hari Terakhir Reses Perseorangan