Harga Bawang Putih Meroket, Wagub NA Blusukan ke Pasar

Jumat, 07 Februari 2020, 17:37 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Harga Bawang Putih Meroket, Wagub NA Blusukan ke Pasar
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Effendi meninjau Harga Bawang Putih di Pasar Raya Padang, Jumat (7/2/2020). (foto.mel)
IKLAN GUBERNUR

Padang, binol.id—- Berita harga bawang putih meroket di pasaran dan resahkan masyarakat, Wagub Sumbar Nasrul Abit (NA) langsung blusukan ke pasar untuk sidak harga bawang putih tersebut.

"Hasil dari pantauan memang benar adanya kenaikan harga bawang putih. Harga rata-rata biasanya bawang putih 28 ribu per kilo sekarang menjadi 50 ribu per kilo. Dan para distributor pun melepas ke pasar dengan harga 48 ribu per kilonya," ujar Nasrul Abit saat melakukan peninjauan di Pasar Raya Padang, Jumat 7/2.

Wagub menyebutkan Bawang putih yang dijual ini pada umumnya bawang putih impor dari China, India, Vietnam, dan Thailand.

"Saat ini kita masih bergantung pada bawang putih impor, karena bawang putih lokal saat ini produksinya menurun,"ujar NA.

Baca juga: Nasrul Abit Bakal Jadikan Empat Daerah di Sumbar Sentra Bawang Putih

Wagub blusukan ke pasar tidak sendiri, NA mengajak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan. NA berharap ada solusi untuk turunkan harga bawang putih.

"Kita akan bangun produksi daerah, sehingga jika ada produksi daerah kita tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan harga. Lahan kita yang cocok untuk bawang putih kita upayakan untuk bisa menanam bawang putih, seperti Alahan Panjang,"jelas Wagub.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Effendi mengatakan, sudah Komunikasikan hal ini ke Pusat Distribusi Kementerian Pertanian, Pemerintah Sumatera Barat diminta Pusat untuk membuat surat jika terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.

"Pusat nanti akan bantu dropping dan jangan khawatir karena stok masih ada hingga bulan maret mendatang, ujar nya.

Baca juga: Kurang Pasokan Bawang Putih Meroket

Kenaikan harga ini dipicu dari kekhawatiran masyarakat terhadap isu virus corona, dan saat ini penerbangan dari cina ditutup. Masyarakat cenderung membeli banyak sehingga terjadi fluktuasi kenaikan harga. Sebenarnya hal seperti ini tidak perlu terjadi, masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah sudah antisipasi," jelasnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: