Setiap Orang Masuk Sumbar Harus Diperiksa Ketat

Kamis, 09 April 2020, 14:09 WIB | Kesehatan | Provinsi Sumatera Barat
Setiap Orang Masuk Sumbar Harus Diperiksa Ketat
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Seluruh tenaga surveilance dan tenaga medis setiap Kabupaten/ Kota haruslah memeriksa setiap orang yang masuk kewilayah Sumbar.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Sumbar yang dilaksanakan di Aula Kantor Gubernur, Rabu (8/4/2020).

"Mereka harus diperiksa dengan SOP kemenkes. Dicatat setiap perkembangannya selama isolasi mandiri 14 hari. Apabila ada yang positif segera dirujuk ke rumah sakit dengan melakukan pemeriksaan swap dua kali," tegas Nasrul Abit.

Pemerintah Sumbar telah menyiapkan sembilan lokasi sebagai tempat karantina para perantau yang baru pulang untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Baca juga: DPRD Sumatera Barat Tetapkan Ranperda RPJPD 2025-2045 dan Penyelenggaraan Penyiaran

Untuk langkah itu Satgas Percepatan Penanganan Virus Corona (PPVC) setempat sudah menyediakan posko di daerah perbatasan untuk memeriksa suhu tubuh perantau menggunakan thermogun dan kendaraan disemprot disinfektan.

Terkait dengan APD, Sumbar telah menerima bantuan sebanyak 7.000 set dan masker sebanyak 35.000 buah dari BNPB Pusat, yang rencananya akan disalurkan ke rumah sakit rujukan.

"Bantuan tersebut, sesuai arahan pak Gubernur selaku ketua Satgas, akan segera kita distribusikan secara proporsional untuk rumah sakit daerah di 19 kabupaten kota termasuk rumah sakit rujukan semuanya ada 24 rumah sakit sesuai dengan jumlah tempat tidur," jelasnya

Menurut Nasrul Abit, dengan adanya tambahan APD ini, diharapkan bisa membantu petugas kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan virus Corona.

Baca juga: Terima Kunjungan Pansus II DPRD Agam, HM. Nurnas: Harus Bisa Kawal dan Menyelaraskan RPJPD Tersebut

"Dengan ini kita sudah memiliki stock APD yang sesuai dengan standar khusus untuk petugas medis. Sementara APD yang diproduksi UMKM kita gunakan untuk petugas dilapangan," tuturnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: