Langka dan Harga Melambung, Warga Desa Matotonan Mentawai Produksi Minyak Goreng dari Buah Kelapa

MENTAWAI, binews.id -- Terjadinya kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng juga berdampak di wilayah Kepulauan Mentawai. Menghadapi kondisi ini, warga Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, kompak untuk memproduksi minyak goreng (migor) dari buah kelapa.
Berkat kemitraan Yayasan Kirekat Indonesia (YKI ) dengan Kementerian Sosial, proses produksi minyak goreng dari buah kelapa ini bisa dilaksanakan. Dalam implementasinya, warga Matotonan didampingi Komunitas Adat Terpencil (KAT), yang diwakili oleh Irfan Samoan Muntei.
Irfan Samoan Muntei mengatakan, pendampingan dan pembinaan untuk pelaksanaan program dari Kemensos ini, sudah dilakukan sejak September hingga Desember 2021 lalu.
"Bahkan, pematerinya ada yang datang dari Sekretariat Presiden yang membidangi pemberdayaan perempuan. Lalu tenaga ahli pengolahan minyak kelapa, Bupati Kepulauan Mentawai, serta Koordinator PKH Kepulau Mentawai," ujar Irfan, Kamis (17/3/22).
Baca juga: Minyak Goreng Mahal dan Langka, Ini yang Dilakukan Perusahaan Plat Merah
Untuk kebutuhan pelatihan, lanjutnya, didukung dari Kemensos. Di antaranya untuk membeli mesin kukur kelapa, panci, kuali masak, sendok, dan mini genset. "Nantinya, barang-barang itu akan diserahkan untuk aset kelompok binaan ibu-ibu yang dinaungi PKK Desa Matotonan," ungkapnya.
Anggaran yang terserap untuk kebutuhan selama pelatihan, katanya sebanyak Rp 20 juta. " Yayasan Kirekat Indonesia akan terus mendampingi sampai warga di desa ini benar-benar mandiri dalam memproduksi minyak kelapa," ucapnya.
Selanjutnya, kata Irfan, Minyak kelapa yang diproduksi warga Desa Matotonan, ditargetkan bisa dipasarkan keluar Kepulauan Mentawai. Hal itu tentunya setelah syarat terpenuhi. Di antaranya masa kedaluwarsa, hasil uji kelayanan oleh BPOM, dan label halal.
"Sekarang kita masih dalam proses pengujian kompisisi minyak goreng yang diproduksi warga Desa Matotonan ini di Labor Universitas Andalas di Padang," katanya.
Semangat Warga Desa Matotonan Terbatas Bahan Baku
Upaya warga Desa Matotonan untuk memproduksi minyak goreng, ternyata masih mengalami sedikit hambatan. Yakni terbatasnya bahan baku. "Bahan bakunya itu tentu buah kelapa yang benar-benar layak untuk diolah," ungkap Sukrianto, selaku ketua kelompok sekaligus pembina kelompok yang memproduksi minyak goreng di desa tersebut.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Polres dan Dinas Pertanian Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Jelang Lebaran, Pj Bupati Kepulauan Mentawai Cek Harga dan Ketersediaan Stok Pangan
- Sekda Kepulauan Mentawai: Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan
- Babinsa koramil 01 Sikabaluan, Serda Muskhandar: Kelapa Bisa Jadi Andalan Ekonomi Masyarakat Mentawai
- Kunker ke Mentawai, Kapolda Sumbar serahkan 2.750 paket Bansos
Polres dan Dinas Pertanian Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kab. Mentawai - 03 November 2024
Audy Joinaldy Tekankan Kesiapan Menghadapi Tantangan Zaman
Kab. Mentawai - 13 Oktober 2024