Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan Kota Payakumbuh

Senin, 29 Juli 2024, 11:25 WIB | Gaya Hidup | Kota Payakumbuh
Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan Kota Payakumbuh
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan Kota Payakumbuh pada tanggal 26 hingga 28 Juli di Hotel Tripletree, Bukittinggi. IST
IKLAN GUBERNUR

PAYAKUMBUH, binews.id -- Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan Kota Payakumbuh pada tanggal 26 hingga 28 Juli di Hotel Tripletree, Bukittinggi. Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran pemangku kebudayaan dalam memajukan daerah melalui pelestarian dan pengembangan budaya serta sejarah.

Dalam sambutannya, Supardi menegaskan pentingnya kebudayaan dan sejarah sebagai aset kekayaan yang dapat mendorong kemajuan daerah. "Kebudayaan dan sejarah merupakan aset kekayaan yang berpotensi memacu pemajuan daerah. Jika tidak dilestarikan dan dieksplorasi, maka daerah akan sangat merugi," kata Supardi.

Supardi juga menyoroti keterbatasan sumber daya alam dan objek wisata di Payakumbuh yang dapat dijual untuk memajukan daerah. "Kota ini hanya kota transit. Oleh karena itu, kita harus mengubah nasib kota ini dengan mengandalkan kebudayaan dan sejarah. Inilah aset kekayaan kita," ujarnya.

Menurut Supardi, dengan mengangkat kebudayaan dan sejarah, nasib Payakumbuh akan berubah dan menjadi daerah yang besar. "Inilah mengapa saya sangat mendukung festival Maek. Payakumbuh akan merasakan dampak positif jika kawasan Maek menjadi wilayah wisata khusus yang menjadi tempat berkumpulnya para peneliti dan arkeolog dunia," jelasnya.

Baca juga: Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi

Maek, lanjut Supardi, merupakan aset sejarah luar biasa yang dimiliki Sumbar, dengan peradaban yang diperkirakan sudah ada sejak 4 ribu tahun sebelum masehi. "Maek harus mendunia," tegasnya.

Supardi juga menekankan bahwa kebudayaan dan sejarah dapat membuat suatu daerah maju, dengan memberikan contoh Bali dan Yogyakarta yang telah membuktikannya. "Bali itu bukan hanya menjual pantai dan laut, mereka menjual budaya, ada tari Kecak, ada ritual ngaben. Itulah mengapa wisatawan berduyun-duyun datang ke sana sejak lama," ungkapnya.

"Demikian juga Yogyakarta. Walaupun memiliki Borobudur dan banyak candi, mereka juga mengadakan banyak festival yang menjadi magnet bagi turis mancanegara," tambah Supardi.

Supardi menyoroti bahwa Sumbar juga memiliki banyak tarian hebat seperti tari payung dan tari pasambahan, namun sayangnya semua kekayaan budaya dan sejarah tersebut tidak pernah diekspos secara serius selama ini. "Jika Bali mengekspos tari Kecak, kita juga punya banyak tarian hebat. Sayangnya, semua kekayaan budaya dan sejarah itu tak pernah serius diekspos selama ini," tegasnya.

Baca juga: Perumdam Air Minum Tirta Serambi Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2024

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan pemangku kebudayaan di Payakumbuh dapat lebih berperan aktif dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan serta sejarah daerah, sehingga dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (bi/rel)

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: