Nurkhalis Pertanyakan Urgensi Ranperda Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kepada Gubernur

"Kami ingatkan, sejak tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat cenderung turun, tercatat 5,52 persen, 2016 turun 5,26 persen, 2017 naik dikit 5,29 persen, 2018 turun lahi 5,14 persen, tahun 2019, 5,05 persen sampai tahun 2020 ini, di angka kisaran 1,1 persen sampai 1,5 persen triwulan II tahun 2020 artinya jauh lebih rendah, ini kabar berbahaya," ujarnya.
Lanjut Nurkhalis, angka pengangguran di Sumatera Barat dikisaran 208 ribu orang di tahun 2020. Angka kemisikinan dikisaran 369 ribu orang.
"Kami minta minta program pemberdayaan masyarakat untuk menekan angka penggaguran dan kemiskinan,bagaimana program untuk pemberdayaan Nagari," tanya sekretaris fraksi Gerindra Nurkhalis.
Baca juga: Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Perubahan APBD 2024
Tampak rapat paripurna dipimpin wakil ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Suwirpen Suib, Gubernur Sumbar hanya diwakili Sekda Provinsi Sumbar, anggota ikuti secara virtual saja dan dihadiri langsung Sekwan DPRD Sumbar Raflis. (rel/DW)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI