Bawaslu dan Gakkumdu Bidik ASN Pelanggar Kode Etik Netralitas di Pilbup Sijunjung

SIJUNJUNG, binews.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Baswaslu) dan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu)Sijunjung, Sumatera Barat, akan menindak tegas bagi pelanggar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati maupun Pilgub pada Pilkada 2020.
Setidaknya hal itu disampaikan Koordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Riki Minarsah, SE , kehadapan para OKP dan Media di Sijunjung pada Selasa (13/10/2020) di Wisma Muaro, Sijunjung.
Menurut Bawaslu Sijunjung, pihaknya juga telah menertibkan ribuan alat peraga kampanye (AKP) yang tak sesuai aturan.
"Tempat ibadah, gedung milik pemerintah, sarana pendidikan dilarang memasang atribut calon. Kampanye di media efektif bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi misi. Tantangan di Medsos, harus mendaftarkan akun medsosnya ke KPU sebanyak 20 akun. Akun yang tak terdaftar adalah bagian pengawasan ke KPU dan ini harus kita awasi bersama kepolisian,"tegas Riki.
Baca juga: Sejumlah Pejabat Eselon II Paparkan Rencana di Aksi Tugas Akhir DLA
"Diluar akun daftar ke KPU jadi pengawasan kita bersama Gakkumdu yang mengandung unsur sara dan ujar kebencian. Hendaknya Pilkada ini menjadi Pilkada badusanak, karena lima calon pemimpin adalah calon pemimpin terbaik kita,"terang Riki lagi.
"Isu sentral, rilis Baswlu RI, isu netralitas ASN dari 261 daerah yang melakulan Pilkada, Sijunjung berada nomor urut enam isu netralitas ASN di Indonesia,"jelas Riki lagi.
"Meski hak pilih, harus menjaga supaya netral, posisi ASN dilematis dan siapa jadi pimpinan mereka di kantornya. Tak ayal, isu tidak netral amankan posisi jabatan oknum. Untuk itu upaya netral ASN diharapkan di Pilkada. Dan sosialisasi disampaikan tidak berpihak mengkampanyekan salah satu pasangan calon karena itu melanggar kode etik,"tegas Riki Bawaslu akan mengawasi ASN yang tak netral.
Selain itu, Bawslu Sijunjung juga tak.menapik rekrutmen KPPS juga salahsatu kerawanan. "Tak boleh anggota KPPS jadi tim sukses dan terlibat parpol. Kita juga secara bersama akan memberantans money politik di Pilkada Sijunjung ini,"papar Riki.
Baca juga: Bawaslu Sosialisasikan Netralitas Pemilu, Bupati: ASN Jangan Terlibat Politik Praktis
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Agus Hutrial Tatul, dengan tegas akan menindak aparatur sipil negara (ASN) pelanggar pelanggar Pilgub maupun Pilbup jika terlibat ikut berpolitik pada pasangan calon (Poslon) di pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Pastikan Pengamanan Berjalan Lancar, Kabid Humas Polda Sumbar Cek TPS di Sijunjung
- Bawaslu Sijunjung Sumbar Beri Pelatihan Ratusam Saksi Pemilu 2024
- Diikuti Stakeholder, Media dan Ormas, KPU Sijunjung Gelar Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024
- Bupati Sijunjung Dukung Andre Rosiade jadi Gubernur Sumbar 2024
- Mutasi Jilid III di Pemkab Sijunjung Kabinet Benny-Radi bergulir, Ini Nama Pejabatnya