Tema Debat Pilgub Sumbar Sudah Ditetapkan, KPU Sumbar Tunjuk 11 Pemateri

PADANG, binews.id -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar menetapkan tema untuk debat Pilgub Sumbar pada 23 November dan 3 Desember mendatang. Debat pertama membahas isu ekonomi, pengolahan sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup. Sedangkan debat kedua mengetengahkan isu tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan sumber daya manusia.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU Sumbar, Gebril Daulai, menyebutkan, tema debat pertama juga dilengkapi dengan subtema seputar pengembangan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, pemerataan ekonomi, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ketahanan pangan, serta kelautan dan kemaritiman.
"Sementara itu debat kedua punya subtema seputar kesehatan, adat dan budaya, pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan. Durasi setiap debat itu 150 menit. Rinciannya, 120 menit untuk segmen debat, dan 30 menit untuk iklan layanan masyarakat. Debat pertama akan dimulai pukul 20.00 WIB," kata Gebril di Kantor KPU Sumbar, Rabu (18/11/2020).
Gebril menjelaskan, masyarakat bisa menyaksikan jalannya debat lewat saluran televisi, setelah KPU Sumbar menyepakati kerja sama penyiaran debat perdana 23 November dengan TVRI Sumbar. Sementara itu untuk debat putaran kedua pada 3 Desember, meski lokasi penyelenggaraan belum ditentukan.
Baca juga: KPU Resmi Luncurkan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2024
"Meski lokasi penyelenggaraan belum ditentukan, tetapi penyiarannya akan dilakukan dengan kerja sama bersama lembaga penyiaran nasional. Jadwal debat sendiri telah disepakati oleh setiap Tim Pemenangan dari empat pasangan calon yang ikut dalam Pilgub Sumbar," kata Gebril lagi.
11 Penyusun Materi
Untuk menunjang penyelenggaraan debat yang berkualitas, KPU Sumbar juga telah menunjuk 11 orang anggota tim perumus materi debat Pilgub Sumbar 2020, yang terdiri dari kalangan akademisi serta profesional. Pemilihan dan penunjukan telah dilakukan berdasarkan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017, PKPU Nomor 11 Tahun 2020, dan juga mengacu kepada pedoman teknis nomor 465 tahun 2020.
"Dari sebelas orang itu, ada yang dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat. Namun, dalam kesempatan kali ini tim perumus itu mayoritas diisi akademisi. Semua penyusun materi adalah sosok yang netral, berintegritas, dan berkompetensi di bidangnya masing-masing," kata Gebril lagi.
Baca juga: Daftarkan Bacaleg ke KPU Sumbar, Gerindra Target Menang Lagi dan Bisa Usung Calon Gubernur
Gebril menyebutkan, sebelumnya KPU telah merencanakan sejumlah nama untuk masuk sebagai anggota tim pemateri. Sebut saja, profesional asal Sumbar Doni Oscaria, aktivis antikorupsi Donal Fariz, serta beberapa nama lain. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa nama tersebut tak jadi terlibat.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI