BKPRMI Aceh Singkil Harapkan Pilkades Hindari Praktek Politik Uang

ACEH SINGKI, binewsid - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan suatu ajang yang digunakan untuk menyeleksi calon kepala desa yang akan memimpin suatu desa dalam 6 tahun ke depan.
Dalam pelaksanaanya Pilkades sering diwarnai dengan beberapa bentuk kecurangan, salah satunya politik uang. Praktek politik uang ini sangat merusak sistim demokrasi yang sedang di bangun khususnya Indonesia ini.
Melalui pemilihan kepala desa secara serentak di Kabupaten Aceh Singkil akan di laksanakan tanggal 14 November 2021 mendatang, diharapkan tidak terjadi politik uang, sebab ini akan mempengaruhi kualitas pemimpin desa yang akan memimpin selama 6 tahun ke depan.
Sekretaris Umum DPD BKPRMI Aceh Singkil, Mustafa Naibaho, mengharapkan kepada semua pihak agar menjelang pemilihan Kepala desa serentak se-Aceh Singkil ini yang rencana di laksanakan oleh 49 desa diharapkan tidak ada pihak yang melakukan praktek politik uang. Dan semua pihak agar mengawasi jalannya proses pemilihan kepala desa ini.
Baca juga: Terkait Beredarnya Video di Media Sosial, KPU Pasaman Lakukan Klarifikasi
Praktek tersebut dihindari dan menjaga proses pemilihan kepala desa ini tetap berjalan dengan lancar aman dan tertib agar proses demokrasi tingkat desa ini bisa berjalan sukses dan dapat menghasilkan kepala desa yang kompeten punya integritas yang bisa membangun kampung yang di pimpinnya.
Namun, jika hasil pemilihan kepada desa ini dihasilkan dari praktek curang dan praktek politik uang, maka selain sudah merusak sistim demokrasi, cara-cara seperti ini sudah melanggar aturan dan mencederai iklim demokrasi yang tengan di bangun.
Diharapkan juga kepada baik kepada calon kepala desa, dan pendukungnya agar konsisten menjaga proses pemilihan kepala desa ini tetap bersih dan jauh dari praktek kecurangan dan politik uang.
"Dalam rangka partsispasi BKPRMI Aceh Singkil untuk mengawal dalam meuwujdkan Sistim demokrasi yang bersih dan jauh dari praktek politik uang," ungkap Mustafa Naibaho, Jumat, (12/11/2021).
Baca juga: Pengumuman Nama Nama Terpilih Anggota Panwaslu Kelurahan / Desa dalam Pemilihan Serentak Tahun 2024
Mustafa juga memberikan apresiasi kepada pihak yang sudah mensosialisasikan dan mengkampanyekan agar tidak melakukan praktek politik uang baik dalam pemilihan kepala desa, maupun pemilihan lainnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Revisi UU Minerba: Peluang Besar bagi Perguruan Tinggi dalam Sektor Pertambangan
- Ketua DPRD Sumbar Dukung Gubernur Mahyeldi dan Vasko Ruseimy Wujudkan Kemajuan Daerah
- Bupati dan Wakil Bupati Solok Terpilih Jalani Medical Check-Up Jelang Pelantikan
- Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra, Diminta Maju di Pilpres 2029
- Pada Raker FPKS, Hj. Nevi Zuairina Bertekad Perkuat Advokasi untuk Masyarakat