Pemko Siap Dukung Pusat, Turunkan Kasus Stunting
PADANG PANJANG, binews.id -- Presiden Joko Widodo menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 14 persen di 2024 mendatang. Target tersebut diakui cukup menantang oleh Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) lantaran pihaknya harus mampu menurunkan angka stunting lebih dari tiga persen setiap tahunnya.
"Percepatan penurunan stunting yang angkanya masih 27,67 persen, ditargetkan Bapak Presiden menjadi 14 persen di 2024. Suatu penurunan yang cukup menantang dengan kecepatan penurunan yang harus lebih dari tiga persen per tahun," kata Hasto dalam acara Forum Nasional Stunting 2021 yang diikuti secara virtual oleh Sekdako Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si dan pejabat terkait lainnya, Selasa (14/12) di Balaikota.
Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini merupakan persoalan yang menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
"Saya ingin menekankan, pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Komitmen pemerintah tidak pernah kendur," sebutnya.
Baca juga: Kabar Duka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
Sekdako Sonny ditemui usai mengikuti Zoom Meeting menyampaikan, Pemko Padang Panjang siap mendukung upaya pemerintah pusat melalui BKKBN menurunkan angka stunting. "Pemko selalu mendukung langkah pemerintah pusat termasuk dalam upaya ini," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP mengatakan, angka stunting di Padang Panjang berada pada angka 16,1 persen per Agustus 2021 lalu. Angka ini, terang Dokter Dian, sudah menunjukan penurunan dari 2020 yaitu di angka 17,03 persen.
Dian mengatakan, tim pendamping keluarga ini sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting dengan target 14 persen. "Kita membutuhkan tim pendamping keluarga ini. Bisa dari bidan desa yang ada di masing-masing kelurahan dan kader KB (Keluarga Berencana)," ujar Dian.
Dian mengharapkan, tim pendamping keluarga ini bisa memberikan pengetahuan kepada orang tua, bagaimana cara pencegahan stunting ini. Yaitu, dengan melaksanakan sosialisasi serta memberi pengetahuan mengenai stunting. (*/bi)
Baca juga: Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Mahyeldi Audiensi dengan Menko Polkam
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Perkuat Stok Darah, Pemko Gelar Aksi Donor Sambut Ramadan 1447 H
- Wako Hendri Arnis Masuk Rumah Sakit, Minta Pelayanan RSUD Ditingkatkan
- Rp545 Juta Zakat Disalurkan Baznas, Dukung Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Mustahik
- Wakil Wali Kota Allex Serahkan Bantuan Baznas bagi Balita dengan Kelainan Jantung
- SPPG Koto Panjang Diresmikan, Wako Hendri Apresiasi Komitmen Yayasan Kemala Bhayangkari






