Sukseskan Pemilu Serentak 2024, KPU Rekrut 8 Juta Pekerja

SEMARANG, binews.id -- Komsioner KPU RI Betty Epsilson Idroos, selaku Ketua Divisi Data dan Informasi mengatakan untuk pelaksanaan Pemilu 2024, KPU segera rektut 8 juta pekerja mulai dari PPK, PPS sampai KPPS.
Betty menyampaikan saat menjadi narasumber pada sesi diskusi rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Informsasi se Indonesia di Hotel & Convention Patra Semarang Jawa Tengah, Rabu 12/10-2022.
"KPU segera merekrut 8 juta pekerja penyelenggara Pemilu seperti KPPS PPS dan PPK selain merekrut anggota KPU kota dan kabupaten," ujar Betty.
8 juta pekerja ini, nantinya menyiapkan pelaksanaan di semua tahapan untuk terlaksana Pemilu 2024 sukses dan berkualita...
Baca juga: DPRD Sumbar Gelar Rapat Pembentukan Pansus Kode Etik
[20.15, 12/10/2022] Sweety Koe: Wakil Bupati Asahan Hadiri Asahan Berdoa Untuk Aremania dan Sepakbola Indonesia.
Asahan.binews.id-- Dalam rangka aksi solidaritas atas terjadinya Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada tanggal 01 Oktober 2022 selepas pertandingan Arema versus Surabaya yang menewaskan lebih dari 100 orang, Polres Asahan bersama dengan Unsur Forkopimda Kabupaten Asahan menggelar Asahan Berdoa Untuk Aremania dan Sepakbola Indonesia yang menjadi korban dari peristiwa tersebut di Gedung Serbaguna Kisaran, Rabu (12/10/2022).
Dalam kegiatan Asahan berdoa ini Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH mengatakan beberapa waktu lalu Indonesia berduka akibat peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur.
Maka dari itu kami berharap dengan adanya kejadian tersebut dapat menjadi peringatan dan pelajaran bagi kita semua, bahwa sepakbola tidak seharga dengan nyawa manusia.
Baca juga: DPRD dan Pemprov Sumbar Setujui Ranperda Infrastruktur Berkelanjutan Menjadi Perda
"Memang dalam sepakbola terdapat rivalitas yang tinggi dan berpotensi kerusuhan, namun itu semua hanya pertandingan tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Dan kejadian tersebut cukup untuk di kenang, karena pada dasarnya sepakbola itu sebagai alat pemersatu bangsa bukan untuk memecah bela kita bangsa Indonesia", ujar Kapolres Asahan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Revisi UU Minerba: Peluang Besar bagi Perguruan Tinggi dalam Sektor Pertambangan
- Ketua DPRD Sumbar Dukung Gubernur Mahyeldi dan Vasko Ruseimy Wujudkan Kemajuan Daerah
- Bupati dan Wakil Bupati Solok Terpilih Jalani Medical Check-Up Jelang Pelantikan
- Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra, Diminta Maju di Pilpres 2029
- Pada Raker FPKS, Hj. Nevi Zuairina Bertekad Perkuat Advokasi untuk Masyarakat